Utang Luar Negeri Indonesia per Januari Capai US$ 308 Miliar

Posted on 2016-03-20 11:42



CATATAN UANG - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia per Januari 2016 sebesar US$ 308 miliar. Angka ini tumbuh 2,2 persen tahun ke tahun, namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2015 yang tercatat 5,8 persen dari tahun ke tahun.

Bank Indonesia menyebutkan utang luar negeri pada Januari itu masih sehat. "Namun risikonya terhadap kondisi perekonomian masih tetap perlu diwaspadai," seperti dikutip dari siaran pers bank sentral, Jumat, 18 Maret 2016. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri sektor swasta.

Menurut statistik Bank Indonesia, perlambatan pertumbuhan utang luar negeri terjadi pada sektor publik dan swasta. Per Januari 2016, utang luar negeri didominasi oleh sektor swasta dengan porsi 53,4 persen sebesar US$ 164,6 miliar. Sisanya, sebanyak 46,6 persen dari total utang luar negeri berasal dari sektor publik sebesar US$ 143,4 miliar.

Utang luar negeri publik tumbuh menjadi 5,7 persen dari tahun ke tahun pada Januari, lebih rendah dari pertumbuhan pada Desember 2015 yang tercatat 10,2 persen. Sementara utang luar negeri swasta turun 0,7 persen pada Januari setelah tumbuh sebesar 2,2 persen pada Desember 2015. Menurut sektor ekonomi, utang luar negeri terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. 

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor keuangan, industri pengolahan, dan listrik, gas dan air bersih melambat. Sementara itu, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor pertambangan mengalami kontraksi yang lebih dalam.

Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang yang meliputi 87,4 persen dari total utang luar negeri. Utang luar negeri berjangka panjang pada Januari 2016 mencapai US$ 269,1 miliar, terdiri atas US$ 140,7 miliar (52,3 persen) utang luar negeri publik dan US$ 128,4 miliar (47,7 persen) utang luar negeri sektor swasta.

Adapun utang luar negeri berjangka panjang tumbuh 4,8 persen dari tahun ke tahun pada Januari 2016. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2015 sebesar 8,6 persen (yoy). 

Sementara utang luar negeri berjangka pendek tercatat US$ 38,9 miliar atau 12,6 persen dari total utang luar negeri. Utang tersebut terdiri atas utang luar negeri sektor swasta US4 36,2 miliar (93 persen) dan utang luar negeri sektor publik US$ 2,7 miliar (7 persen).










Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-01-23 02:24
Posted on 2016-02-02 00:21