Tak Kenal Rasa Sakit, Bocah Ini Memakan Jarinya Sendiri

Posted on 2016-03-05 00:48



CATATAN UANG - Dua kakak-beradik asal India mengidap kelainan langka sehingga mereka bisa mengunyah jari tangan sendiri tanpa merasakan sakit.

Sang kakak, Manisha Patel, seorang bocah perempuan berusia 7 tahun dan adik lelakinya, Dinkal (5), dari Raipur di Chhattisgarh, sebelah timur India, mengalami kelainan yang disebut congenital insensitivity yang membuat mereka mati rasa.

Kedua bocah ini juga rentan terhadap infeksi. Sebab, mereka bisa mengalami cedera parah tanpa menyadarinya karena tak merasakan sakit.

Demi mencegah kakak-beradik ini mengalami cedera lebih parah, jari tangan mereka dibalut dengan perban, dan kaki-kaki mereka dibalut dengan kain tebal.

Kelainan yang juga dikenal dengan istilah congenital analgesia ini bersifat genetik dan disebabkan oleh mutasi dalam gen SCN9A.

Kasus yang dialami kedua bocah tersebut sudah sangat parah sehingga mereka tak mengalami rasa sakit pada tubuh mereka dan sangat rentan terhadap infeksi.

Ayah mereka, Gopal Prasad Patel (32 tahun), mengungkapkan saat pulang kerja, ia mendapati kedua anaknya bersimbah darah.

“Saya tak bisa mempercayai mereka memakan jari-jari tangan sendiri. Insiden itu terjadi saat keduanya bermain di rumah,” kata Prasad. 

“Saya dan istri saya tengah bekerja di ladang, dan ibu saya yang menjaga kedua anak itu.

“Ibu saya baru menyadari hal itu saat ia akan menyuapi mereka dan melihat darah mengalir dari jari-jari mereka.

“Itu pemandangan yang sangat mengerikan. Jari-jari mereka terlihat seperti sudah digigiti oleh tikus. Saya tak bisa mempercayai mereka memakan jari-jari mereka sendiri,” katanya.

Prasad kemudian membawa kedua anaknya ke rumah sakit setempat sebelum dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Prasad, yang hanya berpenghasilan Rp 900 ribu per bulan, mengatakan ia tak tahu bagaimana cara membayar biaya perawatan kedua anaknya.

“Bahkan hanya untuk makan dua kali sehari saja sudah jadi tugas berat buat kami,” katanya.

“Saya tak bisa melihat anak-anak dalam kondisi seperti itu. Hati saya hancur melihat mereka. 

Awalnya, keluarga tersebut mengira anak-anak mereka tangguh dan berani ketika tidak menangis saat mengalami luka.

Sang ibu, Anita (28 tahun), mengungkapkan: “Sejak lahir, mereka tak pernah menangis saat mengalami cedera. 

“Saat itu kami mengira mereka anak-anak yang sangat tangguh karena bisa menahan rasa sakit. Namun insiden ini mengungkapkan semuanya. 

Dr Purnendu Saxena, seorang ahli bedah ortopedi di rumah sakit tempat kedua anak itu dirawat, mengatakan mereka membutuhkan perawatan dari spesialis di rumah sakit yang lebih canggih di kota besar.










Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-01-23 02:24