Siapa Sangka Bayi Buta Yang Akan Dibuang Itu Kini Jadi Seorang Milyarder

Posted on 2016-04-29 11:27



Dilahirkan tuna netra bukan berarti menghalangi seseorang menjadi jutawan. Srikanth Bolla, seorang pria yang berumur 23 tahun ini membuktikan bahwa dengan usaha keras mampu membuat seseorang dengan kebutuhan khusus bisa menjadi sukses.

Dilansir dari laman OddityCentral, Srikanth terlahir dalam kondisi tuna netra. Pada saat dilahirkan, beberapa teman dan kerabat orangtuanya menyarankan agar mereka membuang Srikanth. Dengan kondisi orang tuanya yang saat itu miskin, pilihan tersebut sangatlah masuk akal.

Dengan penghasilan hanya sebesar US$300 atau sekitar Rp4 juta per tahun, kedua orang tuanya menghadapi dilema. Namun, mereka memilih untuk memelihara, membesarkan dan mencintai Srikanth, meski terlahir tidak dalam kondisi yang sempurna.

"Mereka adalah orang paling kaya yang pernah saya kenal," ujar Srikanth mengenang kedua orang tuanya.

Ternyata, perhatian, kasih sayang, dan bimbingan kedua orang tua Srikanth mengantarkan kepada kesuksesan dirinya. Di usianya yang sangat belia, Srikanth sukses mendirikan sebuah perusahaan yang kini bernilai US$7,5 juta, atau hampir sekitar Rp100 miliar.

Kini pemuda itu menjadi CEO Bollant Industries, sebuah perusahaan yang berbasis di Hyderabad, India. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis wadah ramah lingkungan yang dibuat dari daun dan kertas daur ulang.

Yang lebih mengagumkannya lagi, Srikanth mempekerjakan banyak warga berkebutuhan khusus, seperti yang dialami dirinya.

Berkat ketekunan dan kebaikannya, kini Bollant Industries memiliki empat unit produksi di tiga negara bagian di wilayah selatan India. Ketiga wilayah itu adalah Andhra Pradesh, Telangana, dan Karnataka.

Kerja keras Srikanth mengatasi segala keterbatasan hingga meraih kesuksesan sangat memukau para pebisnis papan atas India. Oleh karena itu, membuat taipan di negara tersebut, seperti Ratan Tata berani menginvestasikan uangnya di perusahaan tersbut.

 

Penuh Rintangan

Perjalanan Srikanth untuk meraih kesuksesan memang tidaklah mudah. Jalan yang penuh rintangan membentang di depan Srikanth.

Tak luput, selama masa sekolahnya, Srikanth mendapat banyak olokan dari teman-temannya. Ditambah lagi, saat itu Srikanth masih bersekolah di sebuah sekolah umum yang berada di desa kelahirannya.

Namun, setelah Srikanth masuk di sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus, kecerdasannya terpoles. Dia juga memiliki bakat besar dalam olahraga catur serta kriket.

Saat duduk di bangku SMA, Srikanth harus berjuang keras untuk bersaing dengan rekan-rekannya. Namun dirinya termasuk beruntung, karena dia mendapatkan guru yang rela mengubah semua bahan pelajaran dalam bentuk audio yang membantunya lulus dalam ujian.

Setelah lulus SMA, Srikanth mencoba untuk belajar teknologi informasi di universitas ternama di India. Sayang, meski hasil tes masuknya memuaskan, pemuda ini ditolak hanya karena dia seorang penyandang tuna netra.

Namun, dengan catatan akademisnya yang luar biasa, Srikanth malah diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika. Setelah menempuh pendidikan di dunia kulaih, akhirnya Srikanth dinyatakan lulus pada 2012.

 

Kembali ke Kampung Halaman

Setelah mendapatkan gelar sarjana, Srikanth langsung pulang kampung ke India dan bertekad mendirikan perusahaan yang bisa mempekerjakan orang-orang berkebutuhan khusus seperti dirinya.

"Memberi uang receh kepada seorang pengemis di jalan bukanlah sebuah bentuk bantuan," ujar Srikanth.

Memang, jika dibandingkan memberikan uang kepada orang berkebutuhan khusus, lebih baik diberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

"Bantuan yang benar adalah menunjukkan kepada seseorang cara untuk hidup dan memberi kesempatan mereka untuk mencoba. Tunjukkan kasih sayang dan buat orang lain berkecukupan," kata dia.

"Libatkan orang lain dalam kehidupanmu dan singkirkan kesendirian, serta berbuat baik, dan engkau akan mendapatkan balasannya,”tutup Srikanth.








Cerita Unik Lainnya