Sepasang Kekasih Ini Sukses Rintis Bisnis Beromzet Ratusan Juta Rupiah, Begini Tips Mereka

Posted on 2016-05-05 21:25



Mengerjakan pekerjaan bersama orang yang dicintai tentunya akan lebih indah. Karena tidak harus saling merindukan dari kejauhan, setiap langkah bisa diarungi bersama untuk mencapai tujuan sama.

Melakukan hal itu memang tidak mudah, tapi sepasang kekasih Hella Ayu Setyanida (22) dan Moh Dani Fatchur Choir (21) mampu menepis ketidakmudahan itu. Bengisnya jarak dan waktu tak lagi kuasa memisahkan sepasang kekasih itu.

Kini mereka berdua merajut mimpi bersama untuk menjadi pengusaha sukses dengan membangun bisnis Kerupuk Rajungan Crabby. Sejoli asal Semarang, Jawa Tengah tersebut berpenghasilan ratusan juta per bulan dari bisnis renyah tersebut.

Berkat itu pula Hella masuk menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri 2015. Dari ajang tersebut lahir 24 pengusaha muda potensial, tangguh dan profesional yang diseleksi dari 6.572 peserta.

"Usaha kerupuk ini saya bangun bersama sahabat, kekasih sekaligus partner kerja saya, bernama Dani," kata Hella kepada Money.id, Rabu 4 Mei 2016.

Hella mengaku, awalnya mereka berdua selalu melakukan penelitian karya ilmiah bersama ketika duduk di bangku SMA. Termasuk melakukan penelitian mengolah rajungan menjadi kerupuk. Hingga suatu hari dua sejoli itu memutuskan untuk menjadikan hasil penelitiannya itu jadi sebuah bisnis.

"Sampai saat ini kami bisnis bareng untuk membesarkan usaha ini," tuturnya.

Hella menegaskan, membangun bisnis bersama pasangan itu bukan merupakan suatu hal yang sulit. Kata dia, apabila sudah memiliki satu visi dan misi dengan dengan pasangan, kunci suksesnya hanya komitmen dan konsistensi. Dengan begitu bisnis pun bisa dilakukan beriringan bersama rasa cinta yang tumbuh dari dalam hati.

"Dua poin ini yang paling penting untuk bisa dipenuhi. Yang penting jujur dan semua diniatkan untuk memberikan manfaat," jelasnya.

Meski poin tersebut tampak sederhana dan semua bisa dijalankan dengan mengalir, namun bukan berarti tidak pernah ada halangan yang melintangi. Karena menurutnya ketika keduanya memiliki ide dan konsep berbeda kadang bisa memicu sedikit pertengkaran, namun semua itu tidak berlangsung lama. Secara sadar, mereka langsung mencarikan solusi terbaik. Bisnis pun berjalan kembali.

"Hal itu sebenarnya wajar bahkan kadang kita bisa semakin kreatif karena ada dua otak yang bekerja, dan tentunya jauh lebih menyenangkan karena ada partner yang bisa diajak sharing," ujar Hella.

Kerupuk Rajungan

Bisnis Kerupuk Rajungan Crabby sudah dijalankan dua sejoli itu sejak 2014 lalu. Menurut Hella, bisnis itu berawal dari penelitian lingkungan. Kemudian setelah dirasa memiliki potensi besar mereka membangun usaha kecil dengan memproduksi kerupuk rajungan.

"Kerupuk rajungan ini kami buat dari cangkang dan daging rajungan," ucap Hella.

Kata dia, bahan-bahan untuk membuat kerupuk rajungan tersebut didapat langsung dari nelayan yang memang mata pencahariannya mencari produk laut. "Biasanya mereka setor ke kami setiap hari. Langsung kami beli semua," ujar dia.

Dengan begitu, Hella dan kekasihnya bisa mengoptimalkan hasil melaut para nelayan di Semarang, selain mereka bisa menghidupi diri sendiri dua sejoli itu mengangkat perekonomian para petani di sekitarnya karena setiap hari bisnis yang dijalankan Hella butuh rajungan yang sangat banyak.

"Memang latar belakang saya bangun bisnis ini karna rasa prihatin dengan kehidupan nelayan di Mangkang Wetan," imbuhnya.

Saat ini Kerupuk Rajungan Crabby sudah dipasarkan ke seluruh kota besar yang ada di Indonesia. Di pulau Sumatera dipasarkan di Lampung, Palembang, dan Medan. Kemudian di Pulau Jawa paling banyak dijual di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Malang. Kerupuk Rajungan Crabby juga sudah dijual hingga Makassar dan beberapa kota besar di Kalimantan.

"Kalau di Jabodetabek sendiri bisa didapatkan di daerah Bekasi. Tepatnya di Villa Mutiara Gading 2 Blok V5 No 3 RT 7 RW 18," jelas Hella.

Saat ini Hella dan Dani sudah mempekerjakan sekitar 12 karyawan untuk menjalankan bisnis tersebut. Rata yang bekerja di perusahaan itu adalah ibu rumah tangga. "Daripada nganggur kita ajak mereka untuk kerja ditempat kami," imbuhnya.

Sedangkan untuk pemasaran, selain dilakukan sendiri Hella dan Dani. Mereka juga mengandalkan para reseller di berbagai kota. Rencana dua sejoli itu ke depannya akan membuat rumah produksi berskala lebih besar lengkap dengan mesin produksi yang modern, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar.

"Sekaligus kami ingin melengkapi semua izin adminitrasi yang dibutuhkan untuk membuka usaha," tutur dia.








Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-03-13 11:43
Posted on 2016-02-01 01:37
Posted on 2016-01-23 02:24
Posted on 2016-02-01 14:32