Luar biasa, Mahasiswi ini bisa hasilkan ratusan juta rupiah dari jualan kerupuk

Posted on 2016-05-05 21:13



Kerupuk merupakan salah satu makanan familiar di lidah masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke mayoritas orang mengenalnya. Begitu memasyaratnya makanan itu, sehingga bisa menjadi bisnis gurih yang menghasilkan omzet sangat besar.

Hella Ayu Setyanida (22) merupakan salah satu pengusaha yang merasakan renyahnya bisnis kerupuk tersebut. Mahasiswa sebuah universitas swasta di Semarang tersebut kini berpenghasilan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari bisnis kerupuk rajungan.

Dia mengaku, setiap bulan omzet dari penjualan kerupuk bisa mencapai Rp10 juta. Bisnis itu sudah dijalankan sejak enam tahun lalu. Ratusan juta rupiah sudah dihasilkan Hella dari bisnis kerupuk rajungan tersebut.

"Untuk omzet Alhamdulillah dari tahun ke tahun cukup baik, terus mengalami kenaikan dan stabil. Untuk nominalnya ya cukuplah, sekitar delapan digit ada lah," kata Hella kepada Money.id, Senin 2 Mei 2016.

Kerupuk yang diproduksi Hella dinamai 'Kerupuk Rajungan Crabby'. Bisnis berjualan makanan renyah itu dimulainya sejak 2010 bersama kekasihnya. Saat itu mereka masih sama-sama duduk di bangku SMA. Awalnya dua sejoli itu itu hanya membangun bisnis kecil-kecilan, kemudian mulai 2014 digarap secara serius.

"Ide awal usaha ini karena kami prihatin akibat kurang optimalnya pemanfaatan rajungan disekitar lingkungan Mangkang Wetan, Semarang," ucapnya.

Saat itu Hella dan kekasihnya merasa iba melihat para nelayan yang bekerja keras melaut dari malam hingga pulang pagi, namun dari hasil itu banyak yang masih belum bisa dimanfaatkan, salah satunya rajungan.

"Kemudian kami pikir waktu, kalau udang bisa dibuat kerupuk, kenapa rajungan tidak bisa. Padahal daging dan cangkangnya punya protein yang cukup banyak," tutur dia.

Rajungan sendiri merupakan salah satu spesies dari kepiting dan hanya hidup di laut. Berbeda dengan kepiting digunakan untuk seafood, biasanya kepitingnya hasil ternak.

Saat itu Hella dan kekasihnya melihat banyak investor asing yang meminta olahan rajungan dengan konsep yang inovatif, kreatif dan bisa dikonsumsi masyarakat luas. "Saat itu juga kami bersama melakukan penelitian, dan berusaha memasarkanya secara luas. Ternyata peminatnya banyak," ujar Hella.

Dipasarkan Luas

Hella mengaku, saat ini Kerupuk Rajungan Crabby dipasarkan ke seluruh kota besar yang ada di Indonesia. Di pulau Sumatera dipasarkan di Lampung, Palembang, dan Medan.

Kemudian di Pulau Jawa paling banyak dijual di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Malang. Kerupuk Rajungan Crabby juga sudah dijual hingga Makassar dan beberapa kota besar di Kalimantan.

"Kalau konsumen kebanyakan ibu rumah tangga, mereka sering kali jadi reseller kami. Selebihnya biasanya bapak-bapak yang memang memiliki usaha di tempatnya. Kami bertindak sebagai produsen," tutur Hella.

Di pasaran biasanya 'Kerupuk Rajungan Crabby' dijual mulai dari Rp10 ribu hingga Rp60 ribu per gram. Mereka meproduksi kerupuk mentah dan matang. "Produk unggulan kami kerupuk rajungan goreng pasir," imbuhnya.

Tidak puas dengan produk itu saja, kini Hella dan kekasihnya sedang menyiapkan produk mereka yaitu kerupuk rumput laut, udang, ikan bandeng. Tidak hanya kerupuk saja, mereka juga merambah memproduksi abon bandeng dan abon rajungan.

Hella memastikan, produk mereka sudah mendapat izin dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. "Hal ini karena kami masih usaha menengah kecil," ujar dia.








Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-02-01 01:27
Posted on 2016-01-24 01:21
Posted on 2016-01-28 00:37
Posted on 2016-02-20 10:03