Jaga Ketahanan Pangan, Jokowi Resmikan Waduk Nipah Sampang

Posted on 2016-03-20 11:35



CATATAN UANG - Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian perdana Waduk Nipah di Kabupaten Sampang, Sabtu, 19 Maret 2016. Presiden berharap waduk yang sempat mangkrak sejak 1993 karena ada penolakan warga, bisa menjadi solusi masalah kekurangan air untuk pertanian di dua kecamatan yaitu Kecamatan Banyuates dan Kepatapang. 

"Air dari waduk ini bisa mengairi 1.150 hektar sawah warga," kata Jokowi.

Pembangunan waduk nipah, menurut Jokowi, sebenarnya telah dicanangkan sejak 1973, namun baru pada 1982 pembebasan lahan dimulai. Ketika pembangunannya di mulai pada 1993, muncul penolakan dari warga. Bentrok dengan aparat tak terhindarkan, empat warga tewas dalam bentrokan itu. Pembangunan sempat terhenti namun dilanjutkan kembali dan kembali terhenti pada 2008 karena masalah pembebasan lahan.

Tahun lalu, Jokowi menambahkan, dia mencari jalan keluar agar Waduk Nipah bisa dioperasikan tanpa terhambat pembebasan lahan. Solusinya adalag dengan memotong tinggi bendungan dari 36 meter menjadi 33 meter. Dampaknya daya tampung waduk berkurang dari 7 juta meter kubik air, kini hanya mampu menampung 4 juta meter kubik air. 

"Tapi yang penting waduk ini bisa digunakan untuk kepentingan warga," ujar dia.

Presiden Jokowi menuturkan, masalah yang terjadi Waduk Nipah sama dengan pembangunan Waduk Jati Gede di Jawa Barat, yaitu penolakan warga. Jokowi menceritakan Waduk Jati Gede dicanangkan sejak 1961, proyeknya mandeg karena ada penolakan warga. Meski sebagian pembebasan lahannya telah dibayar pemerintah. "55 tahun Waduk Jati Gede mandeg".

Karena tak segera dicarikan jalan keluar, menurut Jokowi, warga yang telah direlokasi, akhirnya kembali lagi ke lahan mereka dan mendirikan bangunan. Saat pemerintah hendak melanjutkan pembangunannya, warga kembali minta ganti rugi, padahal dulu lahannya telah diberi pemerintah. "Solusinya ya lahan yang sudah dibebaskan, dibebaskan lagi. Tapi ini jangan ditiru," tutur Jokowi.

Sampai tahun lalu, Jokowi menambahkan, dari 10.500 kepala keluarga di Jati Gede, masih tersisa 614 keluarga yang lahannya belum dibeli pemerintah. 

"Kalau pendekatan pemerintah ke masyarakat benar, pasti berjalan baik," kata dia lagi. Bila daya tampung Waduk Jati Gede telah mencapai 100 persen, mampu untuk mengairi 90 ribu hektar lahan pertanian. 










Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-02-17 00:47
Posted on 2016-02-05 00:11