ISIS Diyakini Segera Tamat, Tentara Berkurang Serta Diserbu Saudi

Posted on 2016-02-07 00:21



CATATAN UANG - Gempuran hebat dari negara-negara besar di wilayah-wilayah kekuasaan kelompok militan Negara Islam Irak dan Syiah (ISIS), rupanya akan terasa. Rusia, Amerika Serikat, dan negara-negara Perserikatan Arab, akan membuahkan hasil dari serangan melawan terorisme.ISIS atau Daesh, begitu kelompok ini disebut, akan mengalami penurunan keanggotaan. Benarkah?Intelijen Amerika Perkumpulan menyerukan kelompok teror tersebut semakin lemah akibat kekurangan anggota. Menurut data yg diperoleh Pentagon, seandainya tahun dulu pejuang ISIS mencapai 31 ribu tentara, hingga awal Februari ini dilaporkan tinggal menyisakan 25 ribu prajurit.Dari angka tersebut, tercatat sebanyak 20 persen penurunan jumlah tentara ISIS. Apa saja penyebab penurunan tentara ISIS?

Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, penurunan tersebut disebabkan oleh dua faktor. Kebanyakan tentaranya tewas dalam ‘berperang’, namun rupanya ada juga yg membelot.Earnest menyebutkan, menurunnya jumlah tersebut bukan lantas membuat negara-negara besar yg selama ini berperang nyata di Suriah jumawa. Pria tersebut meminta masyarakat dunia buat selalu waspada.”Menurunnya jumlah bisa diartikan mereka mulai melanjutkan ancaman lagi,” seru Earnest seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/2).Meskipun demikian, pejabat Gedung Putih ini menyampaikan penurunan jumlah anggota ISIS harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Maka dari itu dia meminta kepada segala masyarakat dunia bagi bergandengan tangan melawan terorisme.”ISIS sekarang mengalami kesulitan lebih banyak daripada sebelumnya dan kita telah mengetahui sejak lama pentingnya komunitas internasional buat bekerja sama menghentikan gelombang militan asing ke kawasan tersebut,” tutur Earnest.Berkurangnya wilayah kekuasaan di Suriah dan Irak, serta semakin terkikisnya pundi-pundi penghasilan ISIS disebut menjadi faktor berkurangnya








Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-03-09 22:55