Ini Alasan Pikun Tak Boleh Dispelekan

Posted on 2016-03-15 17:46



CATATAN UANG - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Fidiansjah meminta masyarakat tidak menyepelekan pikun pada manusia lanjut usia. “Harus waspada, pikun tidak boleh disederhanakan,” katanya di Kementerian Kesehatan.

Ia mengatakan penyakit pikun adalah salah satu gejala awal penyakit yang lebih berat untuk para lansia, seperti Demensia Alzheimer. “Harus segera dikonsultasikan kepada dokter,” katanya.

Selain pikun, ada sembilan gejala penyakit Demensia Alzheimer, seperti sulit fokus. Orang akan sulit melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari, seperti lupa memasak, mengoperasikan telepon, tidak dapat melakukan perhitungan sederhana, atau bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasa.

Ada pula gejala seperti sulit melakukan pekerjaan yang familiar. Gejala ini terjadi bila seseorang mulai sulit merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari, serta bingung bagaimana mengemudi atau sulit mengatur keuangan.

Lalu gejala lain adalah suka disorientasi. Penderita seperti ini bingung akan waktu. Mereka juga sering kali bingung di mana mereka berada atau tidak tahu jalan pulang kembali ke rumah.

Gejala lain Demensia Alzheimer adalah kesulitan memahami visiospasial. Mereka akan sulit mengukur atau menentukan jarak, membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, atau menuang air di gelas tapi tumpah karena tidak tepat menuangkannya.

Mereka pun akan mengalami gangguan berkomunikasi. Orang yang mengalami gejala Demensia Alzheimer akan sulit berbicara dan mencari kata yang tepat. Mereka pun sering kali berhenti di tengah percakapan dan bingung melanjutkannya.

Orang yang suka menaruh barang tidak pada tempatnya juga menjadi salah satu gejala Demensia Alzheimer. Selain lupa, orang yang mengalami gejala ini kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang itu.

Kemudian, ada orang yang suka salah membuat keputusan. Penderita gejala Demensia Alzheimer seperti ini tidak serasi menggunakan pakaian, misalnya, menggunakan kaus kaki beda warna antara kaki kiri dan kanan. Bisa pula tidak memperhitungkan pembayaran dalam bertransaksi.

Lalu ada pula orang yang akan menarik diri dari pergaulan. Orang seperti ini tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobi yang bisa dinikmati. Mereka tidak terlalu bersemangat untuk berkumpul dengan teman-temannya.

Gejala terakhir lain adalah orang itu akan mengalami perubahan perilaku kepribadian. Penderita gejala Demensia Alzheimer ini akan mengalami emosi yang berubah-ubah secara drastis. Terkadang akan menjadi bingung, curiga, depresi, atau takut, serta ketergantungan yang berlebihan kepada anggota keluarga. Mereka pun mudah kecewa dan suka putus asa.










Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-02-22 13:51