Dibakar Hingga Dibom, Masjid Tertua Balikpapan Ini Tetap Kokoh

Posted on 2016-01-30 00:53



CATATAN UANG - Masjid Jami Al Ula, merupakan nama masjid tertua di Kota Balikpapan yang tepatnya berada di Jalan Jenderal Suprapto No 1 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur. Masjid yang merupakan pelopor berdirinya masjid lain di Balikpapan tersebut hingga kini masih berdiri kokoh.

Meski menjadi masjid tertua, banyak yang tidak mengetahui sejarah panjang yang telah dilalui masjid tersebut.

H Aswat, sekretaris Masjid Al Ula mengatakan jika masjid tersebut tetap berupa bangunan surau (mushala) meski telah ada sejak zaman Kolonial Belanda. Lokasinya sendiri pada zaman dahulu adalah sebagai pusat perdagangan kota Balikpapan.

Kala itu banyak pedagang dan saudagar yang berasal dari luar daerah masuk ke Balikpapan menggunakan kapal Pinisi.

Suatu ketika bom jatuh tepat di sebelah bangunan masjid pada saat Perang Dunia II tahun 1941 silam. Namun bom pesawat Inggris yang sejatinya mengincar pertahanan Jepang yang kebetulan ada di sekitar masjid ternyata tidak meledak.

Aswat mengatakan, “Keistimewaan lainnya tahun 1948 pernah terjadi kebakaran besar melanda Kampung Baru, namun atas kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, api tidak mampu menjangkau bangunan masjid meskipun bangunan tersebut berdempetan dengan rumah warga.”

Setelah itu pada tahun 1965 saat pemberontakan merembet ke Balikpapan, simpatisan komunis membakar beberapa rumah warga dan masjid Al Ula, namun lagi-lagi keanehan muncul. Masjid sama sekali tidak terbakar, melihat hal itu warga pun memindahkan barang-barang mereka ke masjid, akan tetapi barang mereka terbakar dan masjid tetap tak terbakar.

Kejadian yang sama juga terjadi pada tahun 1984, kala itu di sana ada pembakaran besar-besaran yang menghanguskan ribuan rumah warga. Akan tetapi masjid Al Ula tetap kokoh, dan berlanjut hingga sekarang.

Meski terlihat modern, banyak orang tidak tahu jika Masjid Al Ula telah berdiri sejak beberapa puluh tahun yang lalu.

Aswat mengatakan jika pada mulanya masjid ini hanyalah berupa surau kecil dengan bangunan dinding dan lantai kayu, beratap daun Nipah serta tiang kayu ulin.

Masjid Jami Al Ula diperkirakan dibangun pada tahun 1980an oleh para saudagar yang berlabuh di sana untuk berdagang berbagai keperluan masyarakat kala itu bersamaan dengan syiar Islam di Kalimantan.

Terakhir kali renovasi masjid yang letaknya di dekat laut tersebut dilakukan pada tahun 2014 yang menambahkan empat menara baru di setiap sudut, pembuatan plafon, menambah ketinggian menara induk setinggi tujuh meter dan pelapisan dinding dengan granit.

Dengan renovasi besar-besaran tersebut, kini tak ada lagi sejarah yang tertinggal dari bangunan lama, bahkan dokumentasi sekalipun.








Cerita Unik Lainnya

Posted on 2016-03-03 00:07